Field Report PKMR 2
Kegiatan
PKMR 2 Biologi UNJ 2017 diadakan pada Minggu, 29 Oktober 2017 dimulai dengan
presensi pada pukul 08.00 WIB. Semua peserta mengenakan atribut yang telah
disepakati hasil sidang sebelumnya yaitu nametag hijau berbentuk Equus caballus dengan tali berpilin warna
coklat, kemeja putih, rok/celana bahan hitam, sepatu pantofel, kaos kaki
hitam/putih, pita warna kelompok, pita medis, kerundung putih (bagi yang
muslim) / kuncir kuda (bagi yang non-islam), dan tidak lupa almamater hijau
kebanggaan UNJ. Selesai presensi, semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya
dari berbagai versi dan Totalitas Perjuangan. Sesi pertama menjelaskan tentang
mekanisme pemilu dan dibawakan oleh salah satu anggota Lembaga Legislatif
Mahasiswa. Pemilu di UNJ diartikan sebagai sarana suksesi OPMAWA (Organisasi
Pemerintahan Mahasiswa) yang dilakukan pada akhir kepengurusan dan sebagai
sarana pelaksana kedaulatan mahasiswa. Pembawa mengatakan bahwa universitas
merupakan tempat dilakukannya simulasi sebelum akhirnya turun ke realita
masyarakat sosial Indonesia.
Asas Pemilu yang berlaku di UNJ sendiri sama dengan
asas Pemilu yang sudah berlangsung di Indonesia, yakni :
1.
Langsung,
yang berarti pemilih harus dating sendiri untuk memilih calon dan tidak boleh
diwakilkan / titip suara.
2.
Umum,
yang berarti kegiatan Pemilu berlangsung bagi semua mahasiswa UNJ.
3.
Bebas,
yang berarti Pemilu dilakukan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.
4.
Rahasia,
yang berarti isi surat suara harus dirahasiakan dan tidak boleh diberitahukan
kepada siapapun.
5.
Jujur,
yang berarti dalam melakukan pemilu harus jujur dan tidak boleh berlaku curang.
6.
Adil,
yang berarti ketika ada pengaduan harus adil. Setiap mahasiswa yang memilih
hanya berlaku satu suara.
Ada yang unik dalam mekanisme Pemilu di UNJ, yakni ada
perbedaan antara pemilu legislatif dengan pemilu eksekutif yang ditampilkan
pada tabel di bawah ini.
No
|
Pemilu Legislatif
|
Pemilu Eksekutif
|
1.
|
Memilih anggota MTM UNJ
|
Memilih Ketua dan Wakil BEM UNJ
|
2.
|
Memilih BPM Fakultas
|
Memilih Ketua dan Wakil BEM Fakultas
|
3.
|
Memilih anggota LLMP/BLMP/LPMP UNJ
|
Memilih Ketua dan Wakil BEM Prodi
|
Pemilihan Umum (Pemilu) BEM UNJ, fakultas, dan prodi
dilaksanakan pada waktu yang bersamaan selama 3-4 hari sesuai timeline yang sudah dirancang oleh KPU.
Tahapan Pemilihan Umum yang berlangsung di UNJ adalah
:
1.
Pembentukan
panitia seleksi
2.
Pembentukan
DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu) tingkat fakultas
3.
Pembentukan
Panwaslu (Panitia Pengawasan Pemilu)
4.
Pemilihan
Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum)
5.
Pembentukan
panitia KPU
6.
Pembekalan
7.
Pendaftaran
calon anggota dan calon peserta pemilu
8.
Penetapan
resmi calon BEM (UNJ, fakultas, prodi)
9.
Masa
kampanye
1. Masa tenang
1. Pemungutan dan perhitugan suara
1. Masa pengaduan sengketa
1. Penetapan BEM (UNJ, fakultas, prodi) yang baru
Dijelaskan juga perangkat legislatif yang ada dan
berperan di UNJ, seperti DKPP, Panwaslu, dan KPU dengan masing-masing fungsi
yang berbeda-beda.
·
DKPP
= menangani pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh komisi pengawas.
·
Panwaslu
= menangani pelanggaran kode etik yang dilakukan calon ketua dan wakil ketua
BEM setiap tingkatan.
·
KPU
= mengatur jalannya pemilihan umum.
Untuk menjadi ketua KPU, seorang mahasiswa tersebut
harus mengundurkan diri dari OPMAWA UNJ dalam bentuk apapun. Untuk menjadi
anggota KPU, mahasiswa wajib mengikuti PKMR atau dengan surat rekomendasi.
Sesi kedua dibawakan oleh Muhammad
Yan Handoko, berbicara mengenai public speaking.
Dimana setiap peserta dijelaskan tips-tips supaya lancar berbicara di hadapan umum
dan diadakan simulasi public speaking
yang diikuti oleh lima mahasiswa dari angkatan 2017. Berbicara di depan umum
bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti, asalkan dipersiapkan dengan matang
segala sesuatunya dan diasah terus-menerus melalui latihan. Sesi ketiga
dibawakan oleh kak Dita selaku sekretaris BEM Biologi tentang kesekretariatan.
Kak Dita menjelaskan definisi dari sekretaris, sekretariat, dan kesekretariatan.
Mengajari juga cara membuat dan aturan penulisan (kode etik) dalam surat resmi
dan proposal. Peserta juga diajak melakukan simulasi membuat surat resmi dengan
menerapkan apa saja ilmu yang telah didapat sebelumnya. Acara dilanjutkan
dengan pengevaluasian peserta oleh paa panitia dikarenakan banyaknya kesalahan
dan kurang kompaknya peserta dalam menyeragamkan atribut yang dipakai, mengingatkan
kembali akan penugasan yang belum selesai, dibahas juga beberapa penugasan
menjelang PKMR tahap 3, dan terakhir berkumpul bersama kelompok kecil. Pada
akhirnya ditutup dengan doa dan peserta kembali pulang ke rumahnya
masing-masing sekitar pukul setengah tiga. PKMR tahap 2 meninggalkan banyak
kesan dan pelajaran bagi kami, semua peserta PKMR. Ketiga sesi tersebut
merupakan komponen penting sebagai bekal kami seandainya menjadi anggota BEM
ataupun LLM. Kami tetap mempertahankan semangat kami menjelang tahap ketiga
PKMR Biologi UNJ 2017. Tunggu info keseruan kami selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar